SIGI, ALKHAIRAAT – Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri menghadiri agenda panen padi organik Alkhairaat di Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi pada 01/06. Kegiatan ini dipandang bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, melainkan sebuah eksperimen peradaban untuk memakmurkan masyarakat dan alam semesta.
Dalam sambutannya, Habib Alwi menjelaskan bahwa agama Islam memerintahkan manusia tidak hanya untuk membaca, tetapi juga menjadi pemakmur bumi. Beliau merujuk pada Alquran surah Hud ayat 61, di mana Allah SWT menyatakan telah menciptakan manusia dari tanah dan memerintahkan untuk menjadikannya pemakmur.
Implementasi dari ayat tersebut tercermin dalam keberhasilan program panen padi organik Alkhairaat yang digerakkan oleh generasi muda. Istilah Ista’mara dalam firman tersebut mengandung makna mendalam bahwa manusia memiliki tanggung jawab besar untuk tidak sekadar menjadi konsumen, melainkan harus berperan aktif sebagai pengelola alam yang membawa manfaat luas.
“Olehnya para petani Milineal Alkhairaat hadirnya kita di tempat ini merupakan suatu kebanggan, namun kebanggaan itu tidak serta merta karena kehadiran kita saja, akan tetapi ada peran Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae, pimpinan BI, DPRD Sigi serta pihak pihak yang telah ikut andil keberhasilan padi organik ini,” kata Habib Alwi.
Dukungan dari berbagai instansi sangat krusial dalam menyukseskan program pertanian berkelanjutan ini. Kehadiran perwakilan dari Bank Indonesia dan jajaran pemerintah daerah menjadi bukti sinergi kuat dalam mendorong kemandirian pangan berbasis organik di wilayah Kabupaten Sigi.
Habib Alwi juga memberikan motivasi kepada para petani milenial agar terus menjaga semangat yang telah tertanam dalam hati. Ia mengingatkan agar setiap langkah strategis ke depan tetap terkoordinasi dengan pembina dan pihak pendamping guna menjaga keberlanjutan hasil panen padi organik Alkhairaat di masa mendatang. HADY

