Foto Jamaluddin Mariadjang
Jamaluddin Mariadjang
Sekjen
Foto HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
Ketua Utama
Foto H.S. Mohsen Alaydrus
H.S. Mohsen Alaydrus
Ketua Umum
Kabar Utama
Home » Berita » Ustadz Gani Jumat Kenang Pengabdian Habib Saggaf Aljufri Selama 58 Tahun di Alkhairaat

Ustadz Gani Jumat Kenang Pengabdian Habib Saggaf Aljufri Selama 58 Tahun di Alkhairaat

Habib Saggaf Aljufri
Ustadz Abdul Gani Jumat

SIGI, ALKHAIRAAT – Ustaz Abdul Gani mengungkap perjalanan panjang dan pengabdian Habib Saggaf Aljufri selama 58 tahun memimpin Alkhairaat dalam pembacaan manakib pada Haul ke-5 di Kabupaten Sigi, Sabtu (08/08). Perjalanan hidup ini mencakup pendidikan, proses kaderisasi, hingga kiprah almarhum dalam mengembangkan organisasi Islam terbesar di Indonesia Timur tersebut. Acara ini berlangsung khidmat di Kompleks Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo dengan dihadiri ribuan jamaah.

Habib Saggaf Aljufri merupakan putra dari Habib Muhammad bin Idrus bin Salim Aljufri dan Syarifah Raguan yang lahir di Pekalongan pada 17/08/1937. Ia pindah ke Kota Palu pada usia 12 tahun dan langsung menimba ilmu di bawah bimbingan kakeknya, Guru Tua. Meskipun merupakan cucu dari pendiri utama, ia tetap dididik secara disiplin tanpa adanya perlakuan istimewa di madrasah.

“Mereka dipandang sama dengan santri Alkhairaat lainnya. Dalam setiap halaqah, Habib Saggaf duduk di sebelah kanan Guru Tua, sementara Habib Abdullah di sebelah kiri,” kata Abdul Gani, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu.

Berdasarkan catatan sejarah organisasi, Habib Saggaf Aljufri mengabdikan diri selama 58 tahun terhitung sejak 1963 hingga wafatnya pada 2021. Beliau memegang dua posisi kunci kepemimpinan yakni sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat dan akhirnya sebagai Ketua Utama. Pengabdian panjang ini menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjaga kesinambungan dakwah di tanah air.

Proses kaderisasi Habib Saggaf Aljufri ternyata sudah dipersiapkan oleh Guru Tua jauh sebelum ia berangkat melanjutkan studi ke Timur Tengah. Hal ini terbukti dari pernyataan Guru Tua kepada sejumlah tokoh agama di Pekalongan pada akhir 1950 silam. Guru Tua telah memproyeksikan cucunya sebagai penerus estafet kepemimpinan Alkhairaat di masa depan.

Habib Alwi bin Saggaf Aljufri: Jangan Pernah Menghalangi Perjuangan Alkhairaat

“Besok kita berangkat ke Palu bersama-sama dengan Saggaf. Dia akan sekolah di Madrasah Alkhairaat Palu yang penuh berkah. Saggaf akan menjadi pengganti saya di kemudian hari,” kata Abdul Gani, mengutip pesan historis Guru Tua.

Habib Saggaf Aljufri kemudian memperdalam ilmu agamanya di Universitas Al-Azhar Mesir pada tahun 1959 hingga 1966 dengan beasiswa pemerintah. Selama masa studi di Kairo, ia juga aktif berkontribusi dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia di Mesir. Kepulangannya ke Indonesia menjadi tonggak awal keterlibatannya secara penuh dalam struktur kepengurusan Alkhairaat hingga akhir hayatnya.