SIGI, ALKHAIRAAT – Pelaksanaan Haul Alhabib Saggaf bin Muhammad bin Idrus bin Salim Aljufri ke-5 di Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi, Desa Kotarindau, Kabupaten Sigi, Sabtu (08/08), menjadi momen bersejarah dengan hadirnya Ustad Sofyan Lahilote yang menegaskan bahwa jabatan Ketua Utama Alkhairaat merupakan amanah suci.
Ustad Sofiyan, salah satu murid langsung pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, datang jauh dari Manado untuk memberikan testimoni mengenai perjalanan dakwah dan kepemimpinan di jamiah tersebut. Di usianya yang senja, ia kembali mengenang bagaimana Guru Tua mempersiapkan cucu kesayangannya, Habib Saggaf, untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan.
Menurut Ustad Sofiyan, Guru Tua pernah menuliskan syair qasidah khusus untuk Habib Saggaf yang berisi nubuat bahwa cucunya tersebut akan menjadi mualim, mursyid, dan pendahulu bagi seluruh murid serta alumni Alkhairaat. Kecintaan Guru Tua dibuktikan dengan pengutusan murid-murid senior untuk menjemput Habib Saggaf saat pulang menuntut ilmu dari luar negeri.
Sejarah penetapan jabatan tertinggi ini dikisahkan terjadi pada Muktamar Alkhairaat ke-4 tahun 1980 di Ampana. Saat itu, terdapat dinamika untuk mengalihkan jabatan kepemimpinan, namun Guru Tua langsung mengambil sikap tegas dengan menetapkan Habib Saggaf sebagai Ketua Utama Alkhairaat yang kemudian disambut gembira oleh seluruh peserta muktamar.
“Hai segenap keluarga besar Alkhairaat, telah datang orang yang aku harapkan menjadi pembantuku. Inilah orang yang aku sangat harapkan untuk membesarkan Alkhairaat, maka terimalah darinya dengan hati yang tulus,” kata Ustad Sofyan Lahilote menirukan pesan Guru Tua saat itu.
Kini, Ustad Sofiyan menyerukan agar seluruh keluarga besar Alkhairaat merapatkan barisan di bawah kepemimpinan Ketua Utama Alkhairaat saat ini, yaitu Habib Alwi bin Saggaf bin Muhammad Aljufri. Ia menekankan bahwa dukungan terhadap pimpinan tertinggi adalah kewajiban mutlak bagi para abnaul khairat karena menyangkut amanah pendiri.
“Kita segenap Abnaul khairat wajib mendukung beliau karena ini adalah amanah. Ketika beliau lahir, saya hadir dan Habib Idrus yang menamakan langsung Ketua utama saat ini yakni Alwi,” ungkap Ustad Sofiyan Lahilote.
Di akhir testimoninya, Ustad Sofyan memperlihatkan bukti kerendahhatian Habib Saggaf melalui sepucuk surat lama yang masih ia simpan. Dalam surat tersebut, meskipun berstatus sebagai ulama besar dengan nasab mulia, Habib Saggaf tetap menuliskan identitas dirinya sebagai sosok yang fakir di hadapan Allah SWT. HADY


