PALU, ALKHAIRAAT – Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Putri Alkhairaat Pusat Palu. Fany Nur Zihni, seorang alumni Alkhairaat, berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikan sarjana kedokteran di China. Perempuan kelahiran Watan Soppeng, 26/07, ini menerima program bantuan pendidikan tersebut melalui jalur Hainan Provincial Scholarship.
Fany memilih menempuh studi di China karena kualitas pendidikan kedokteran yang diakui sangat baik. Keputusan ini sejalan dengan cita-cita masa kecilnya yang ingin berprofesi sebagai tenaga medis. Ia bertekad untuk kembali ke tanah air dan memberikan layanan kesehatan maksimal bagi masyarakat pedesaan.
“Saya memilih China karena kualitas jurusan kedokterannya bagus dan kebetulan saya juga memiliki cita-cita menjadi dokter sejak kecil. Saya ingin membantu orang dan mengabdi untuk masyarakat terutama di daerah,” kata Fany Nur Zihni, penerima beasiswa.
Gadis asal Tikke, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat ini memiliki rekam jejak panjang di lingkungan pendidikan Alkhairaat. Sebelum siap berangkat ke luar negeri, alumni Alkhairaat ini menghabiskan enam tahun masa pendidikannya sebagai santri. Ia merupakan lulusan terbaik dari jenjang madrasah tsanawiyah hingga madrasah aliyah di pondok pesantren tersebut.
Keberhasilan Fany menembus seleksi ketat beasiswa internasional tidak lepas dari doa serta dukungan penuh keluarganya. Ayahnya yang bernama Ambo Ussa dan ibunya, Hastati, selalu memberikan semangat selama proses pendaftaran. Beasiswa yang diterima ini dipastikan menanggung seluruh biaya kuliah serta asrama selama masa studi.
“Orang tua saya sangat mendukung dari awal. Mereka selalu mendoakan saya dan kasih semangat. Waktu tahu saya lolos, orang tua saya terharu, sangat senang dan bangga,” kata Fany Nur Zihni.
Mendengar kabar kelulusan tersebut, remaja cerdas ini mengaku sangat terkejut sekaligus bersyukur atas pencapaiannya. Ia tidak menyangka proses panjang yang dilaluinya membuahkan hasil yang manis.
“Perasaan saya campur aduk, senang, kaget dan bersyukur sekali. Langsung sujud syukur dan kabari orang tua,” kata Fany Nur Zihni.
Saat ini, Fany sedang fokus merampungkan berbagai dokumen keberangkatan yang diperlukan termasuk urusan visa. Ia juga terus meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin sebagai bekal utama mengikuti perkuliahan medis di negeri tirai bambu.
Sebagai sosok alumni Alkhairaat yang berprestasi, Fany memiliki visi yang sangat jelas untuk masa depannya kelak. Ia bertekad untuk menyelesaikan masa studinya tepat waktu agar bisa segera kembali ke Indonesia.
“Target saya adalah lulus tepat waktu, pulang ke Indonesia dan mengabdi sebagai dokter. Saya ingin membangun kesehatan di daerah dan membanggakan nama almamater Alkhairaat Pusat Palu,” kata Fany Nur Zihni.

