PALU, ALKHAIRAAT – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Jamaludin Mariajang, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman kabut asap di Palu yang semakin pekat pada Selasa (20/10).
Kondisi cuaca yang memburuk akibat kebakaran hutan di Kalimantan ini memaksa warga untuk lebih memperhatikan kesehatan diri. PB Alkhairaat menekankan pentingnya penggunaan masker untuk meminimalisir dampak buruk pernapasan akibat kabut asap di Palu bagi seluruh santri dan warga.
“Himbauan ini tidak hanya bagi warga Alkhairaat saja atau Abna, tapi seluruh masyarakat agar melindungi dirinya akibat asap yang menyelimuti Palu dan sekitarnya,” kata Jamaludin Mariajang, Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat.
Sebagai lembaga pendidikan terbesar di Indonesia Timur, Alkhairaat turut mengikuti langkah Pemerintah Kota Palu yang mulai meliburkan sekolah. Langkah darurat ini diambil untuk melindungi ratusan ribu santri dan tenaga pendidik dari bahaya kabut asap di Palu yang berdampak pada kualitas udara.
“Kebijakan Pemkot Palu dengan meliburkan siswa tentunya hal ini sudah sangat darurat dan kita harus merespon pemerintah, sebab kita Alkhairaat memiliki ratusan ribu pelajar serta guru,” kata Jamaludin Mariajang, Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat.
PB Alkhairaat juga telah berkoordinasi dengan pihak BMKG untuk memantau prakiraan cuaca ke depan secara berkala. Langkah ini diambil mengingat adanya agenda besar lembaga yang akan berlangsung dalam waktu dekat di tengah kondisi kabut asap di Palu. Hady

