Foto Jamaluddin Mariadjang
Jamaluddin Mariadjang
Sekjen
Foto HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
Ketua Utama
Foto H.S. Mohsen Alaydrus
H.S. Mohsen Alaydrus
Ketua Umum
Warta Daerah
Home » Berita » Perkembangan Alkhairaat di Tojo Una-Una: Sekjen PB Ungkap Tiga Momen Bersejarah

Perkembangan Alkhairaat di Tojo Una-Una: Sekjen PB Ungkap Tiga Momen Bersejarah

Perkembangan Alkhairaat di Tojo Una-Una

AMPANA, ALKHAIRAAT – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Alkhairaat Jamaludin Mariajang menegaskan bahwa sejarah perkembangan Alkhairaat di Tojo Una-Una memiliki nilai historis yang sangat kuat dan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan lembaga hingga saat ini.

Wilayah ini menjadi saksi penting bagi berbagai kebijakan strategis yang diletakkan oleh pendiri Alkhairaat sejak masa lampau.

Jamaludin menjelaskan bahwa pada tahun 1963, Muktamar Alkhairaat kedua dilaksanakan di Ampana sebagai wilayah pertama di luar Kota Palu yang menjadi tuan rumah pertemuan tertinggi lembaga tersebut.

Momentum tersebut menjadi penanda arah baru perkembangan Alkhairaat di Tojo Una-Una karena melahirkan rancangan pedoman perjalanan lembaga untuk masa depan di bawah arahan Guru Tua.

Selain faktor sejarah, Kabupaten Tojo Una-Una juga menjadi titik awal pergerakan ekonomi melalui sektor agribisnis yang dikembangkan secara masif. Program penanaman pisang Cavendish dimulai di wilayah ini sebagai langkah kemandirian ekonomi umat yang diinisiasi oleh Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri di lahan Ponpes Bantuga.

Kurikulum MDA Alkhairaat Diperkuat Lewat Bimtek Guru di Tojo Una-Una

“Dan Touna yang mengawali program penanaman Pisang Cavendish, di lahan Ponpes Bantuga nanti kita akan saksikan, semoga semua berjalan sesuai dengan harapan,” kata Jamaludin Mariajang, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Alkhairaat.

Terkait bidang pendidikan, Komisariat Daerah Alkhairaat Touna baru saja menyelenggarakan Pekan Olahraga dan Seni atau Porseni tingkat Madrasah Diniyah Awaliyah. Agenda ini merupakan terobosan pertama secara nasional di lingkungan kelembagaan tersebut guna memperkuat perkembangan Alkhairaat di Tojo Una-Una melalui pembinaan karakter anak sejak usia dini.

Jamaludin menekankan bahwa Madrasah Diniyah Awaliyah adalah nafas utama dari amanah pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua. Saat ini terdapat hampir 1.700 madrasah setingkat MDA yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menjaga warisan misi pendidikan dan dakwah Islam.

“Semua itu tidak lain untuk membentuk karakter, kepribadian, akhlak, kebangsaan, dan mempersiapkan diri supaya generasi yang cerdas di masa depan,” kata Jamaludin Mariajang. Hady

Mahmud: Porseni MDA Alkhairaat Warisan Guru Tua yang Perlu Dijaga