PALU, ALKHAIRAAT – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof Zainal Abidin mengusulkan pembentukan wadah intelektual khusus bagi seluruh alumni Alkhairaat yang lulus dari berbagai negara di kawasan Timur Tengah.
Prof Zainal Abidin menilai para alumni Alkhairaat yang pernah belajar di Mesir, Yaman, Sudan, hingga Turki memiliki keunggulan yang khas. Mereka memiliki kemampuan untuk mengakses literatur keislaman berbahasa Arab secara langsung.
Menurutnya, kemampuan tersebut merupakan modal besar untuk mengembangkan pemikiran keislaman. Ia melihat selama ini alumni Alkhairaat masih banyak yang bergerak secara perorangan sebagai pendakwah atau pengelola pendidikan.
Kondisi tersebut mendorong perlunya forum kajian ilmiah untuk menyatukan gagasan strategis. Forum intelektual alumni Alkhairaat ini juga disarankan untuk ikut melibatkan para pakar filsafat dan logika.
Keterlibatan pakar tersebut dinilai penting agar kajian keislaman bisa merespons perkembangan ilmu pengetahuan modern. Pendekatan rasional sangat dibutuhkan untuk menjawab dinamika keilmuan masyarakat saat ini.
“Dengan begitu, pemikiran Islam yang dikembangkan Alkhairaat akan tetap berakar pada ajaran Guru Tua, tetapi mampu menjawab tantangan zaman melalui pendekatan yang ilmiah, rasional, dan relevan bagi masyarakat,” kata Prof Zainal Abidin, Ketua MUI Kota Palu. (IKRAM)


