PALU, ALKHAIRAAT – Delapan dokter alumni FK UNISA Palu resmi dinyatakan lulus pada Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Kelulusan ini sekaligus mematahkan isu yang menyebutkan bahwa lulusan kedokteran Universitas Alkhairaat kesulitan mengakses pendidikan spesialis lanjutan.
Dekan Fakultas Kedokteran, dr. H.A Mukramin Amran, Sp.Rad, menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian para alumni tersebut. Menurutnya, keberhasilan menembus institusi bergengsi seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Hasanuddin (UNHAS) adalah bukti kecerdasan serta kerja keras mahasiswa bersama doa orang tua.
“Jangan berhenti belajar, apalagi ilmu kedokteran itu selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, bekal iman serta doa orang tua kalian adalah modal penting untuk menjadi seorang dokter spesialis,” kata dr. H.A Mukramin Amran, Sp.Rad, Dekan Fakultas Kedokteran UNISA Palu.
Terdapat enam alumni FK UNISA yang diterima di UNHAS Makassar. Mereka adalah dr. Moh Rasmadi Kurniawan untuk Ilmu Bedah, dr. Azizah Amani Alkatiri pada Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, serta dr. Muhammad Rosandhy di program Radiologi. Selain itu, dr. Ading Budi Prabowo, dr. Diky Hardiansyah, dan dr. A. Nurul Afiah Ali juga berhasil lolos di kampus yang sama untuk bidang spesialis yang berbeda.
Sementara itu, dua alumni FK UNISA lainnya sukses meraih posisi di UGM Yogyakarta. Mereka adalah dr. Ratih Kumala Sari yang masuk program spesialis Ilmu Kesehatan Anak, serta dr. Uzlifatil Jannah Mz pada program Ilmu Penyakit Dalam.
Selain pencapaian di jenjang spesialis, satu alumni FK UNISA bernama Della Safitri juga dinyatakan melangkah ke jenjang magister. Gadis kelahiran Palu pada 21/03 tersebut diterima pada Program Magister Ilmu Kedokteran Tropis di UGM Yogyakarta. (IWAN LAKI)

