Foto Jamaluddin Mariadjang
Jamaluddin Mariadjang
Sekjen
Foto HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
Ketua Utama
Foto H.S. Mohsen Alaydrus
H.S. Mohsen Alaydrus
Ketua Umum
Kabar Lain
Home » Berita » Lolos Beasiswa China, Santriwati Alkhairaat Bagikan Pengalaman Seleksi Internasional

Lolos Beasiswa China, Santriwati Alkhairaat Bagikan Pengalaman Seleksi Internasional

beasiswa kedokteran di China
Ilustrasi. (Alkhairaat ID)

PALU, ALKHAIRAAT – Keberhasilan Fany Nur Zihni memperoleh beasiswa kedokteran di China tidak didapatkan secara instan. Alumnus Pondok Pesantren Putri Alkhairaat Pusat Palu ini berhasil menerima Hainan Provincial Scholarship setelah melewati tahapan seleksi ketat selama sekitar enam bulan.

Fany menjelaskan bahwa tahapan untuk mendapatkan beasiswa kedokteran di China ini dimulai dari pendaftaran secara daring. Ia juga diwajibkan melengkapi berbagai dokumen penting yang dipersyaratkan oleh pihak penyelenggara di negara tersebut.

“Prosesnya dimulai dari pendaftaran online, mengumpulkan berkas seperti ijazah, rapor, paspor, health check, lalu seleksi. Syarat utamanya nilai akademik bagus, bahasa Inggris atau Mandarin aktif, dan dokumen lengkap,” kata Fany Nur Zihni, penerima beasiswa.

Selain menyiapkan tumpukan dokumen, ia juga harus siap menghadapi persaingan yang sangat kompetitif. Para peserta program ini berasal dari berbagai penjuru negara yang turut memperebutkan kursi beasiswa kedokteran di China tersebut.

“Prosesnya sekitar enam bulan. Untuk tantangannya ada di persiapan dokumen dan menunggu hasilnya karena pesaingnya banyak,” ujar Fany Nur Zihni, penerima beasiswa.

Mahasiswa Unisa Protes, Akses Air Bersih di Sidera Sigi Belum Terealisasi

Meskipun tidak mengetahui angka pasti peserta yang mendaftar, Fany menyebut peminat program ini sangat melimpah sementara kuota penerimaan dibatasi.

“Untuk detail jumlahnya saya kurang tahu pasti, tapi yang saya tahu pendaftarnya banyak dari berbagai negara dan yang diterima terbatas. Alhamdulillah saya dan satu teman saya yang bernama Nurfaizah dari Baras-Pasangkayu termasuk yang lolos dari Indonesia,” tutur Fany Nur Zihni, penerima beasiswa.

Selama menempuh pendidikan di Alkhairaat, Fany memang dikenal aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun organisasi. Ia tercatat pernah terlibat di dalam kelompok hadrah sekolah serta berpartisipasi pada Olimpiade Sains Informatika.

Menurut pandangannya, bekal pengalaman akademik dan keorganisasian sangat membantu melancarkan persiapannya dalam menghadapi proses seleksi tingkat internasional.

Saat ini, Fany tengah memusatkan fokus untuk mempersiapkan keberangkatannya ke luar negeri. Ia sedang sibuk mengurus keperluan visa dan memperdalam penguasaan bahasa Mandarin agar lebih siap saat perkuliahan dimulai nanti.

PBA Unisa Palu Dorong Transformasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis AI

Ia juga menyempatkan diri memberikan motivasi kepada para pelajar lain agar berani mencoba mengambil berbagai peluang pendidikan di depan mata.

“Jangan takut bermimpi tinggi. Rajin belajar, jaga akhlak, perbanyak doa dan minta restu orang tua dan guru-guru. Kalau kita berusaha dan tawakal, insyaAllah Allah akan kasih jalannya,” ucap Fany Nur Zihni, penerima beasiswa.