PALU, ALKHAIRAAT – Kesuksesan meraih beasiswa kedokteran di China rupanya bisa bermula dari sebuah inspirasi sederhana. Hal ini dialami oleh Fany Nur Zihni, alumnus Pondok Pesantren Putri Alkhairaat Pusat Palu yang berhasil menembus pendidikan internasional.
Fany mengaku termotivasi setelah melihat salah satu seniornya di sekolah berhasil melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sosok senior bernama Sri Dewi Kumalasari itu menjadi contoh nyata bagi pelajar daerah untuk mengejar beasiswa kedokteran di China maupun program studi lainnya di kancah global.
“Saya mengetahuinya dari kakak senior di sekolah yang bernama Sri Dewi Kumalasari. Saya termotivasi karena melihat beliau bisa lanjut kuliah ke luar negeri lewat program ini,” kata Fany.
Motivasi tersebut mendorong Fany untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi Hainan Provincial Scholarship. Perjalanan panjang demi lolos beasiswa kedokteran di China ini mengharuskannya memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan akademik secara ketat.
Menurut Fany, keberhasilannya membuktikan bahwa mimpi besar bisa terwujud melalui kerja keras, doa, serta dukungan penuh dari orang tua dan para guru.
“Perasaan saya campur aduk, senang, kaget dan bersyukur sekali. Langsung sujud syukur dan kabari orang tua,” kata Fany.
Ia berharap kisahnya bisa menjadi penyemangat bagi pelajar lain di lingkungan Alkhairaat. Fany menegaskan bahwa setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk menempuh pendidikan ke luar negeri asalkan mau bersungguh-sungguh.
“Jangan takut bermimpi tinggi. Rajin belajar, jaga akhlak, perbanyak doa dan minta restu orang tua dan guru-guru. Kalau kita berusaha dan tawakal, insyaAllah Allah akan kasih jalannya,” ujar Fany.
Fany sangat mensyukuri inspirasi dari seniornya dan mengajak generasi penerus Alkhairaat untuk berani mencoba mendaftar beasiswa kedokteran di China atau negara lainnya.
“Saya juga bisa karena termotivasi dari Kak Dewy. Ayo giliran kalian selanjutnya,” kata Fany.

