Foto Jamaluddin Mariadjang
Jamaluddin Mariadjang
Sekjen
Foto HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
Ketua Utama
Foto H.S. Mohsen Alaydrus
H.S. Mohsen Alaydrus
Ketua Umum
Kabar Utama
Home » Berita » Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Ilmu, HS Ahmad Hadi Rumi Pimpin Hardiknas

Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Ilmu, HS Ahmad Hadi Rumi Pimpin Hardiknas

pendidikan bukan sekadar transfer ilmu

PALU, ALKHAIRAAT – Sekretaris Majelis Pendidikan Pengurus Besar Alkhairaat, HS. Ahmad Hadi Rumi, menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Kompleks Alkhairaat, Sabtu (02/05). Ia menyampaikan bahwa Hardiknas merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam memanusiakan manusia melalui proses yang tulus dan penuh kasih sayang.

Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa hakikat pendidikan adalah pengembangan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat untuk menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah setiap peserta didik.

“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah serta potensi manusia. Inti dari pendidikan adalah memuliakan,” ujarnya.

HS. Ahmad Hadi Rumi juga mengingatkan kembali pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai sistem among yang meliputi prinsip asah, asih, dan asuh. Nilai-nilai klasik ini dipandang masih sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman sekaligus membangun watak dan peradaban bangsa yang kuat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebijakan pendidikan nasional saat ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini tengah mendorong pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai program prioritas nasional.

Ketua Utama Alkhairaat Adalah Amanah, Ustad Sofyan Lahilote Kenang Pesan Guru Tua

Implementasi kebijakan tersebut didukung oleh lima langkah strategis, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan hingga peningkatan kesejahteraan guru. Fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari praktik perundungan di seluruh sekolah.

“Jika ingin memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Dan jika ingin memperbaiki pendidikan, mulailah dari dalam kelas,” tegasnya.

Di akhir amanatnya, ia mengajak seluruh insan pendidikan untuk menyelaraskan pola pikir dan misi demi keberhasilan setiap kebijakan. Upacara tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Pendidikan PB Alkhairaat Yusri, Kepala Sekretariat PB Alkhairaat Ustadz Suhban Lasawedi, serta ratusan santri dan dewan guru dalam suasana yang khidmat.*