Foto Jamaluddin Mariadjang
Jamaluddin Mariadjang
Sekjen
Foto HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
Ketua Utama
Foto H.S. Mohsen Alaydrus
H.S. Mohsen Alaydrus
Ketua Umum
Tokoh
Home » Berita » Mohamad Irwan Ungkap Nasihat Habib Saggaf yang Menjadi Pegangan Saat Memimpin Sigi

Mohamad Irwan Ungkap Nasihat Habib Saggaf yang Menjadi Pegangan Saat Memimpin Sigi

Habib Saggaf
Mohamad Irwan

PALU, ALKHAIRAAT – Mantan Bupati Sigi dua periode, Mohamad Irwan, mengenang salah satu nasihat almarhum Ketua Utama Alkhairaat, Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri, yang hingga kini masih menjadi pegangan dalam perjalanan hidup dan kepemimpinannya.

Kenangan itu disampaikan Mohamad Irwan saat ditemui usai menunaikan Salat Zuhur di Masjid Alkhairaat, Palu, Kamis (16/07). Momen ini bertepatan menjelang pelaksanaan Haul ke-5 Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri yang akan digelar pada awal Agustus 2026 di Kompleks Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi.

Irwan mengisahkan bahwa sebelum mencalonkan diri sebagai Bupati Sigi, ia terlebih dahulu mendatangi Habib Saggaf untuk memohon doa restu. Dalam pertemuan tersebut, sang ulama menanyakan kesiapannya untuk memimpin daerah.

“Saya datang meminta restu kepada beliau sebelum maju sebagai bupati. Saat itu beliau bertanya, ‘Antum sudah siap?’ Saya menjawab siap. Beliau kemudian mengatakan bahwa kalau sudah siap, berarti harus siap menerima segala risiko. Beliau juga memberikan keyakinan dan doa agar saya diberikan jalan terbaik,” kata Mohamad Irwan, Mantan Bupati Sigi.

Menurut Irwan, kalimat sederhana dari almarhum tersebut memiliki makna mendalam. Nasihat itu mengajarkan bahwa kepemimpinan tidak hanya berbicara tentang jabatan, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai tantangan dan konsekuensi yang menyertainya.

Warisan Terbesar Habib Saggaf, Berhasil Melahirkan Generasi Pemimpin Lewat Pendidikan

Selama menjabat sebagai Bupati Sigi, Irwan mengaku sering mengingat pesan-pesan Habib Saggaf ketika menghadapi berbagai persoalan pemerintahan dan dinamika masyarakat.

Ia menilai sosok almarhum selalu menunjukkan keteladanan dalam menyikapi masalah dengan tenang dan bijaksana. Di tengah berbagai persoalan yang muncul, beliau tidak pernah mengedepankan sikap menyalahkan pihak lain.

“Beliau selalu memberi contoh bagaimana menyikapi persoalan dengan kepala dingin. Tidak pernah menyalahkan orang lain, tetapi menganggap setiap persoalan sebagai bagian dari dinamika yang harus dihadapi dengan kebesaran hati,” kata Mohamad Irwan, Mantan Bupati Sigi.

Bagi Irwan, keteladanan tersebut menjadi pelajaran penting bagi setiap pemimpin. Hal ini sangat berguna agar mampu menjaga persatuan serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ia berharap nilai-nilai yang diajarkan almarhum terus diwariskan kepada generasi muda. Nilai tersebut mencakup semangat pengabdian, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam memimpin.

Menuju Satu Abad, Alkhairaat Perkuat Kemandirian Ekonomi

“Warisan terbesar beliau bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga akhlak, ilmu, dan semangat pengabdian yang terus menginspirasi banyak orang,” kata Mohamad Irwan, Mantan Bupati Sigi. (NANANG IP)