Foto Jamaluddin Mariadjang
Jamaluddin Mariadjang
Sekjen
Foto HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
Ketua Utama
Foto H.S. Mohsen Alaydrus
H.S. Mohsen Alaydrus
Ketua Umum
Kabar Utama Tokoh
Home » Berita » Status Nasional Alkhairaat Diperjuangkan Fadel Muhammad Agar Setara NU dan Muhammadiyah

Status Nasional Alkhairaat Diperjuangkan Fadel Muhammad Agar Setara NU dan Muhammadiyah

Status Nasional Alkhairaat

PALU, ALKHAIRAAT – Ketua Dewan Pembina Alkhairaat, Fadel Muhammad, mendorong penguatan status nasional Alkhairaat agar sejajar dengan organisasi besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Langkah ini dinilai penting mengingat kontribusi besar lembaga tersebut dalam dunia pendidikan dan sosial di Indonesia Timur selama puluhan tahun.

Fadel menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Haul ke 58 Pendiri Alkhairaat, Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri atau Guru Tua, di Kompleks Alkhairaat, Jalan Sis Aljufri, Kota Palu pada Rabu (01/04). Menurutnya, sudah saatnya status nasional Alkhairaat diakui secara resmi oleh negara karena jangkauan organisasinya yang masif.

“Karena selama ini saya merasakannya. Puluhan tahun saya di sini AlKhairaat tetap dianggap organisasi masyarakat lokal, yang bukan nasional,” kata Fadel Muhammad, Ketua Dewan Pembina Alkhairaat.

Ia memaparkan bahwa saat ini jaringan Alkhairaat sudah tersebar luas di 28 provinsi di seluruh wilayah Indonesia. Dengan cakupan wilayah yang hampir menyentuh seluruh penjuru negeri, persyaratan untuk mendaftarkan status nasional Alkhairaat dianggap sudah terpenuhi secara administratif maupun faktual.

Fadel secara terbuka meminta bantuan kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk memproses legalitas tersebut. Ia menegaskan bahwa penyetaraan posisi dengan organisasi keagamaan besar lainnya akan membawa dampak positif bagi pengembangan umat di masa depan.

Panen Padi Organik Alkhairaat, Habib Alwi Tekankan Manusia Sebagai Pemakmur Alam

“Kita mohon Menteri Agama Nasaruddin Umar agar status Alkhairaat ini menjadi suatu organisasi sosial tingkat nasional sama dengan Muhammadiyah NU,” katanya.

Lebih lanjut, Fadel menjelaskan bahwa status organisasi tingkat nasional akan memudahkan Alkhairaat dalam mengakses berbagai bentuk dukungan. Hal ini mencakup bantuan dari pemerintah pusat di Jakarta maupun kerja sama dengan lembaga-lembaga donor internasional.

Secara ekonomi, Fadel mencatat bahwa sekitar 72 persen perputaran uang negara berada di tingkat nasional atau Jakarta. Tanpa adanya status nasional Alkhairaat yang diakui secara legal di pusat, organisasi akan terus mengalami kendala dalam menjemput bola program-program strategis pemerintah.

“Dengan statusnya tingkat nasional maka insya Allah kita bisa mendapatkan berbagai bantuan berbagai beasiswa baik dalam negeri maupun pun ke luar negeri,” ujarnya.

Sebagai informasi, Alkhairaat merupakan organisasi Islam terbesar di wilayah timur Indonesia yang didirikan oleh Guru Tua pada tahun 1930. Sejak berdiri, lembaga ini fokus pada penguatan pendidikan melalui ribuan sekolah dan madrasah yang menjadi pilar peradaban di pelosok nusantara.

Ketua Utama Alkhairaat Dorong Petani Milenial Kembangkan Pertanian Organik