PALU, ALKHAIRAAT – Rencana kedatangan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, untuk memberikan kuliah tamu di Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu pada Kamis (21/08) mendadak batal. Kejadian Menteri Pertanian Batal ke UNISA Palu ini disebabkan oleh adanya panggilan mendadak dari Istana Negara yang mengharuskannya segera kembali ke Jakarta.
Meski agenda utama mengalami perubahan, kegiatan kuliah tamu tetap berjalan sesuai rencana awal. Pihak kementerian mengutus Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto, untuk hadir menyampaikan materi sekaligus mewakili kehadiran menteri di hadapan mahasiswa.
Kehadiran delegasi resmi ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk tetap memenuhi undangan sivitas akademika meskipun Menteri Pertanian Batal ke UNISA Palu secara mendadak. Kuliah tamu tersebut merupakan bagian dari upaya universitas memperkuat wawasan mengenai ketahanan pangan dan tantangan pembangunan sektor pertanian di masa depan.
Rektor Universitas Alkhairaat, Dr. Muhammad Yasin, memberikan apresiasi atas kesediaan pihak kementerian yang tetap mengutus pejabat tinggi untuk hadir. Ia menilai substansi kegiatan tetap terjaga dengan baik demi kemajuan akademik dan sektor agrikultur di Sulawesi Tengah.
“Kami menyampaikan apresiasi karena beliau tetap memberikan perhatian terhadap Universitas Alkhairaat dengan mengutus Plt. Dirjen Perkebunan untuk hadir mewakili beliau,” kata Muhammad Yasin, Rektor Universitas Alkhairaat.
Pihak kampus berharap forum ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan semakin kuat meski Menteri Pertanian Batal ke UNISA Palu dalam kunjungan fisik kali ini.
Melalui paparan Heru Tri Widarto, para mahasiswa mendapatkan perspektif strategis mengenai arah kebijakan perkebunan nasional. Universitas Alkhairaat menegaskan bahwa momentum ini tetap menjadi titik penting untuk mempertemukan kebijakan pemerintah dengan dunia pendidikan demi pembangunan pertanian nasional. IWANLAKI

