PALU, ALKHAIRAAT – Ketua Utama Alkhairaat, HS. Alwy bin Saggaf Aljufri, resmi mengukuhkan dan mengambil sumpah pengurus Komando Nasional Brigade 99 Garda Alkhairaat masa khidmat 2026-2030. Prosesi sakral ini menandai dimulainya kepengurusan baru di bawah komando Panglima KH. Husen Habibu.
Kegiatan pengukuhan tersebut berlangsung khidmat di Lantai II Gedung Pengurus Besar Alkhairaat, Kota Palu, pada Senin (05/10) sore. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Besar Alkhairaat, Ustadz Asgar Basir Khan, beserta jajaran tokoh penting organisasi lainnya.
Dalam prosesi tersebut, Ketua Utama Alkhairaat menyerahkan bendera pataka Brigade 99 Garda Alkhairaat kepada Panglima Komando Nasional. Bendera yang menjadi simbol kebesaran ini memiliki lambang dua kepakan sayap, tiga pilar menjulang, serta simbol bulan sabit dan bintang.
“Saya terima bendera pataka ini untuk dikibarkan ke seluruh wilayah di Indonesia,” kata KH. Husen Habibu, Panglima Komando Nasional Brigade 99 Garda Alkhairaat.
Pengukuhan ini didasarkan pada Surat Keputusan Ketua Utama Alkhairaat Nomor 41/A-IV/KUT/2026 tertanggal 25/06/2026. Keputusan tersebut mengatur secara rinci Struktur dan Personalia Komando Nasional untuk periode empat tahun mendatang.
Jajaran Dewan Pembina Nasional organisasi ini melibatkan posisi strategis, mulai dari Ketua Utama Alkhairaat sebagai Panglima Tertinggi hingga jajaran petinggi negara. Anggota pembina meliputi Pengurus Besar Alkhairaat, Panglima Tentara Nasional Indonesia, Kapolri, serta Kepala Badan Intelijen Negara.
Untuk operasional organisasi, Brigade 99 Garda Alkhairaat dipimpin oleh Panglima Drs. KH. Husen Habibu dan Sekretaris Jenderal Ibrahim R. Mangge. Mereka didampingi oleh sejumlah asisten yang membidangi perencanaan, litbang, perbekalan, bintal, kominfo, hingga kerjasama antar lembaga. Nanang IP

