PALU, ALKHAIRAAT – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah, Arfan, memaparkan strategi akselerasi hilirisasi pertanian berkelanjutan dalam kuliah tamu di Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu pada Selasa (03/11).
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Arfan menjelaskan bahwa Sulawesi Tengah mencatat laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi di kawasan Sulawesi. Capaian positif tersebut perlu diperkuat melalui pengembangan sektor ekonomi berbasis sumber daya alam. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat hilirisasi pertanian berkelanjutan melalui sinergi kebijakan dan inovasi teknologi.
“Bappeda akan mengundang Fakultas Pertanian UNISA dalam waktu dekat ini untuk melakukan presentasi di hadapan stakeholder terkait,” kata Arfan, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah.
Ia menilai lingkungan kampus memiliki potensi besar dalam menyediakan tenaga ahli dan riset yang dibutuhkan pemerintah. Sinergi ini diarahkan pada program konkret agar hasil riset perguruan tinggi dapat langsung menjawab kebutuhan pembangunan di lapangan. Hilirisasi pertanian berkelanjutan dianggap sebagai kunci untuk mencapai visi Sulteng Nambaso 2029.
Dekan Fakultas Pertanian UNISA Palu, Arfan, menawarkan delapan program strategis untuk mendukung kolaborasi ini. Program tersebut mencakup penyusunan roadmap, riset terapan, hingga pembangunan percontohan rumah produksi bersama. Selain itu, terdapat program pendampingan legalitas produk dan sekolah lapang bagi petani lokal.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dr. Ir. Aris Aksarah ini dibuka oleh Wakil Rektor III UNISA Palu, Lutfiah. Ia mengapresiasi kehadiran pemerintah dalam memberikan pemahaman mengenai kebijakan pembangunan daerah kepada mahasiswa. Iwanlaki

