PALU, ALKHAIRAAT – Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu mengadakan workshop strategis untuk membedah penyebab turunnya jumlah mahasiswa baru sekaligus merumuskan langkah penguatan daya saing lulusan pada Rabu (28/10).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dr. Ir. Aris Aksarah ini bertujuan menyusun strategi promosi dan kurikulum yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat, Jamaluddin Mariadjang, menekankan pentingnya menunjukkan manfaat nyata pendidikan pertanian kepada publik. Ia menilai bahwa Fakultas Pertanian UNISA Palu harus mampu membuktikan bahwa lulusannya memiliki kualitas yang kompetitif sebagai bentuk investasi masa depan bagi para orang tua.
“Pendidikan itu pasar atau investasi. Kita harus menyampaikan kepada masyarakat bahwa anak-anak yang kuliah di Fakultas Pertanian memiliki hasil yang bisa didapatkan. Kualitas itulah yang menjadi daya saing,” kata Jamaluddin Mariadjang, Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat.
Ia menambahkan bahwa kompetensi tambahan menjadi nilai tawar utama yang membedakan Fakultas Pertanian UNISA Palu dengan perguruan tinggi lain. Selain keahlian teknis mengelola lahan, mahasiswa diharapkan memiliki bekal kemampuan bahasa Arab serta keterampilan keagamaan yang mumpuni di tengah masyarakat.
“Mahasiswa pertanian bisa mengelola lahan untuk meningkatkan pendapatan petani. Mereka juga memiliki kemampuan keagamaan, seperti memimpin tahlil, baca khutbah, baca barzanji, apalagi memiliki kemampuan berbicara dalam bahasa Arab, inilah keunggulan yang harus kita tunjukkan,” kata Jamaluddin Mariadjang, Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UNISA Palu, Arfan, mengungkapkan sejumlah persoalan internal yang menjadi bahan evaluasi fakultas. Beberapa di antaranya adalah stigma bidang pertanian yang dianggap kuno, kurikulum yang perlu diperbarui, hingga penguatan identitas visual untuk menarik minat calon pendaftar.
“Pembaruan kurikulum, penguatan identitas visual dan pemanfaatan media digital juga menjadi bagian penting dalam memperkenalkan keunggulan fakultas kepada calon mahasiswa. Promosi perlu ditopang bukti konkret mengenai kompetensi lulusan,” kata Arfan, Dekan Fakultas Pertanian UNISA Palu.
Sebagai langkah konkret, Ketua Senat Universitas Alkhairaat, Kasman Jaya, mengusulkan adanya beasiswa afirmasi bagi anak petani lulusan pondok pesantren.
Program ini diharapkan menjadi daya tarik khusus bagi calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian UNISA Palu sekaligus menjawab persoalan ekonomi di sektor agraris. Iwanlaki

