SIGI, ALKHAIRAAT – Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memimpin prosesi Panen Raya Padi Organik di Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Selasa (18/08).
Dalam kegiatan ini, para tokoh menaiki mesin pemotong padi combine harvester untuk memanen hasil bumi secara langsung di hamparan sawah.
Kegiatan Panen Raya Padi Organik ini juga dihadiri oleh Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dan pimpinan Bank Indonesia Muhamad Irfan Sukarna.
Penggunaan mesin otomatis tersebut mempercepat proses perontokan gabah dari jerami sekaligus pembersihan bulir padi secara otomatis dalam satu proses cepat di lokasi pertanian tersebut.
Habib Alwi memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sulawesi Tengah yang telah memberikan dukungan nyata dalam pengembangan sektor pertanian yang lebih baik.
Ia berharap perhatian pemerintah dapat terus berlanjut demi kemajuan pangan khususnya varietas organik di wilayah Sulteng.
“Apresiasi yang besar pada Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara ini, dan juga Bupati Sigi serta pimpinan BI, yang tentunya ini merupakan bentuk perhatian agar pertanian di Sulteng khususnya pertanian organik bisa berjalan dan berkembang dengan baik,” kata Habib Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Utama Alkhairaat.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemprov Sulteng dan PB Alkhairaat atas perhatian besar terhadap sektor pertanian di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya sektor ini sebagai emas hijau yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sigi.
“Kabupaten Sigi hampir sebagian besar wilayahnya memiliki lahan pertanian dan olehnya saya sampaikan kerap kali dalam pertemuan bahwa, kita tidak butuh emas walaupun Kabupaten Sigi ini memiliki sumber emas, namun yang kita perlukan adalah emas hijau yakni pengembangan pertanian,” kata Mohamad Rizal Intjenae, Bupati Sigi.
Gubernur Anwar Hafid menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan program Panen Raya Padi Organik yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Alkhairaat (BUMA). Pemerintah akan berupaya melakukan intervensi kebijakan agar produk padi organik ini memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
“Selama ini padi organik yang berada di bawah naungan BUMA masih berjalan sendiri, dan tentunya untuk membesarkan usaha ini perlu ada campur tangan semua pihak dan kami pemerintah akan mencoba melalui jalur mana nantinya,” kata Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.
Acara Panen Raya Padi Organik ini ditutup dengan peninjauan lahan bersama jajaran Sekjen PB Alkhairaat Jamaludin Mariajang dan Sekjen Yayasan Alkhairaat Sis Aljufri H. Asgar Bashir Khan. Turut hadir pula sejumlah pimpinan OPD terkait serta para penyuluh dan petani milenial yang antusias mengikuti jalannya panen raya tersebut. HADY

