Foto Jamaluddin Mariadjang
Jamaluddin Mariadjang
Sekjen
Foto HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
Ketua Utama
Foto H.S. Mohsen Alaydrus
H.S. Mohsen Alaydrus
Ketua Umum
Kabar Lain
Home » Berita » Bersama BPBD, MA Alkhairaat Pusat Palu Edukasi Tanggap Bencana kepada Siswa Baru

Bersama BPBD, MA Alkhairaat Pusat Palu Edukasi Tanggap Bencana kepada Siswa Baru

MA Alkhairaat Pusat Palu
Kepala MA Alkhairaat Pusat Palu, Andi Bunga Singkerru. (Foto: Media Alkhairaat/Hamid)

PALU, ALKHAIRAAT – Madrasah Aliyah atau MA Alkhairaat Pusat Palu menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tanggap bencana di lingkungan sekolah pada Kamis (16/07). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa baru mengenai langkah penyelamatan diri saat terjadi situasi darurat.

Andi Bunga Singkerru menyatakan bahwa program sosialisasi kebencanaan dari MA Alkhairaat Pusat Palu ini merupakan agenda rutin tahunan sekolah. Selain untuk edukasi keselamatan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengenalan lingkungan sekolah bagi para peserta didik baru.

“Alhamdulillah, kegiatan ini setiap tahun dilaksanakan rutin, sehingga salah satu tujuannya juga yakni kita mengenalkan lingkungan sekolah kepada murid baru,” kata Andi Bunga Singkerru, Kepala MA Alkhairaat Pusat Palu.

Pada tahun ajaran ini, pihak sekolah telah menerima sebanyak 103 orang murid baru. Pelaksanaan simulasi bencana tersebut merupakan hasil kerja sama antara pihak sekolah dengan BPBD Kota Palu, yang turut dihadiri langsung oleh Sekretaris BPBD setempat.

Andi menjelaskan bahwa simulasi itu dirancang dengan skenario perumpamaan saat siswa sedang belajar di dalam kelas atau berada di lantai dua gedung sekolah. Para siswa dilatih untuk tidak panik dan segera melakukan upaya penyelamatan mandiri.

5 Santri Alkhairaat Palu Lolos Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi

“Mereka diajarkan untuk melakukan upaya penyelamatan baik pada dirinya sendiri maupun lingkungan, misalnya membantu jika ada yang luka dan lain sebagainya,” kata Andi Bunga.

Edukasi tentang kebencanaan dinilai wajib diberikan kepada siswa karena Kota Palu termasuk salah satu daerah rawan bencana alam. Pemahaman sejak dini diyakini dapat menekan risiko jatuhnya korban jiwa apabila bencana benar-benar terjadi.

“Kami mengedukasi mereka untuk bisa menghadapi bencana jika sewaktu waktu datang dan tidak panik. Biasanya simulasi akan berbeda dengan kenyataan yang terjadi, olehnya kami berharap edukasi ini akan sangat bermanfaat,” kata Andi Bunga. (HAMID)