BARATAKU, ALKHAIRAAT – Pengurus Daerah Ikatan Alumni Abna Alkhairaat (PD-IKAAL) dan KOMDA Alkhairaat Halmahera Utara resmi menyepakati pendirian MTs Alkhairaat Galela di Desa Barataku pada Sabtu (30/05). Kesepakatan ini dicapai melalui silaturahmi dengan Pemerintah Desa Barataku dan tokoh masyarakat setempat.
Pertemuan strategis ini menjadi tonggak baru bagi dunia pendidikan di Kecamatan Galela. Kehadiran madrasah tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan formal yang berkualitas.
“Maksud kedatangan kami selain menjalin silaturahmi kelembagaan, juga untuk mengait kesepahaman dalam pendirian MTs Alkhairaat Galela. Kami berharap Pemerintah Desa Barataku dapat mengambil bagian dalam amal jariyah yang mulia ini,” kata Abdillah Bailusy, Ketua PD-IKAAL Halmahera Utara.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pemerintah Desa Barataku. Kepala Desa Barataku menyoroti minimnya fasilitas pendidikan formal di wilayahnya yang selama ini hanya memiliki Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Dari tujuh desa yang ada di Kecamatan Galela, hanya Desa Barataku yang belum memiliki lembaga pendidikan formal mulai dari tingkat SD hingga SMA. Karena itu, kehadiran MTs Alkhairaat Galela menjadi kebutuhan yang sangat penting,” ujar Fasri Ence, Kepala Desa Barataku.
Dalam dialog tersebut, masyarakat turut mempertanyakan kesiapan sekolah, legalitas, dan ketersediaan tenaga pendidik. KOMDA Alkhairaat memastikan bahwa seluruh aspek pendukung untuk operasional MTs Alkhairaat Galela telah dipersiapkan dengan matang.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan guru. Saat ini sudah terdapat lebih dari sepuluh tenaga pendidik yang siap mengabdikan diri, ditambah guru pendamping dari alumni,” jelas Ihwan Buaja, Sekretaris KOMDA Alkhairaat Kabupaten Halmahera Utara.
Terkait legalitas, proses administrasi dan izin operasional saat ini sedang berjalan. Pihak madrasah mendapat pendampingan dari Pengawas Madrasah yang ditugaskan oleh Kementerian Agama setempat guna memperlancar proses tersebut.

