PALU, ALKHAIRAAT – Universitas Alkhairaat menggelar kuliah tamu bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid untuk membahas peran kampus dalam pembangunan daerah pada Senin (29/06). Kegiatan di Aula Fakultas Kedokteran ini menegaskan komitmen perguruan tinggi mendukung transformasi daerah lewat inovasi dan riset.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi dari Pengurus Besar Alkhairaat. Tampak hadir Ketua Yayasan Alkhairaat Dr. H. Hamdan Rampadio bersama sekretarisnya H. Asgar Basir Khan, serta Panglima Barigade 99 Garda Pemuda Alkhairaat H. Husen Habibu.
Rektor Universitas Alkhairaat, Dr. Muhammad Yasin, menyampaikan bahwa kampus harus berdampak nyata bagi masyarakat. Hal ini selaras dengan tema kuliah tamu mengenai kontribusi tridarma perguruan tinggi untuk mendukung program Sulteng Nambaso.
“Keterbatasan fasilitas tidak membatasi kami untuk terus melakukan riset dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Dr. Muhammad Yasin, Rektor Universitas Alkhairaat.
Ia menjelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia di kampus terus meningkat seiring bertambahnya dosen bergelar doktor. Sebagai wujud nyata, para dosen menerbitkan buku berjudul Unisa untuk Sulteng yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam mengawal pembangunan, rektor mengajak seluruh sivitas akademika mendukung program prioritas daerah. Ia mengusulkan perluasan Program 9 Berani menjadi 10 Berani dengan memasukkan tridarma perguruan tinggi sebagai pilar tambahan.
Yasin juga memperkenalkan gagasan PEMBERANI, singkatan dari Pasukan Elit Mengawal Berani, sebagai simbol keterlibatan aktif mahasiswa. Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa untuk terus melestarikan budaya lokal dan bahasa Kaili sebagai identitas daerah di tengah kemajuan teknologi.
Pada bidang riset, Universitas Alkhairaat berhasil menciptakan penemuan obat pengendali hama khusus untuk tanaman durian montong. Penemuan dari peneliti kampus ini diharapkan membawa manfaat ekonomi secara langsung bagi para petani lokal.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman. Kesepakatan kerja sama tersebut diteken langsung antara pihak universitas dengan pemerintah provinsi guna memperkuat kolaborasi ke depan.

