PALU, ALKHAIRAAT – Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat, Habib Mohsen Alaydrus, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan penamatan dan khataman Al-Qur’an di MIS Alkhairaat Kawatuna, Kecamatan Mantikolore, Kota Palu, pada Kamis (18/06).
Acara tersebut merangkum empat agenda sekaligus dalam satu waktu. Agenda monumental itu meliputi penamatan siswa, khataman Al-Qur’an, wisuda, serta penerimaan rapor bagi murid kelas I dan V.
“Menyelenggarakan sekaligus empat agenda tentu ini hal yang luar biasa, apalagi yang diatur ini anak-anak. Kalau orang dewasa disuruh siap sudah pasti mereka akan siap, jadi sekali lagi apresiasi pada kepala sekolah dan seluruh gurunya,” kata Habib Mohsen Alaydrus, Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat.
Di hadapan wali murid dan tokoh masyarakat, ia menyebut kegiatan di MIS Alkhairaat Kawatuna ini sebagai sebuah pencapaian yang membanggakan. Keberhasilan acara ini juga terlihat dari berbagai penampilan siswa yang membuktikan kemampuan madrasah untuk bersaing dengan sekolah lain.
“Olehnya saya juga sepakat apa yang disampaikan Kepala Kemenag Palu bahwa keberhasilan yang dilakukan oleh pihak madrasah perlu diapresiasi, baik yang dilakukan pada lingkup pendidikan maupun di tengah masyarakat,” kata Habib Mohsen Alaydrus, Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat.
Ia menambahkan bahwa apresiasi ini harus menjadi motivasi bersama untuk terus mempersiapkan generasi penerus. Siswa yang lulus dari tingkat dasar diharapkan mampu membaca dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an, minimal menghafal Juz 30.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Palu, Ahmad Hasni, mengingatkan agar orang tua terus membiasakan anak membaca Al-Qur’an secara rutin. Kebiasaan ini menjadi pondasi utama agar mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani setelah lulus dari MIS Alkhairaat Kawatuna.
“Jangan nanti setelah kegiatan khatam dari sini anak-anak sudah tidak mau mengaji karena dia anggap dirinya sudah tamat, orang tua juga harus terus mengingatkan,” kata Ahmad Hasni, Kepala Kementerian Agama Kota Palu.
Ahmad Hasni berharap setiap proses penamatan dapat melahirkan kader yang mampu membaca Al-Qur’an secara tartil dan memiliki hafalan yang baik. Hal ini penting sebagai persiapan mengikuti ajang Seleksi Tilawatil Qur’an atau Musabaqah Tilawatil Qur’an di masa depan agar daerah tidak kesulitan mencari peserta didik berprestasi.
“Insya Allah bila ini terus dikuatkan maka ada banyak kader kita yang bisa ditonjolkan, dan dari tempat ini juga saya mengapresiasi pada kepala sekolah dan guru serta semua pihak yang melaksanakan acara yang luar biasa,” kata Ahmad Hasni, Kepala Kementerian Agama Kota Palu.
Acara di MIS Alkhairaat Kawatuna ini turut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan menarik dari para siswa. Penampilan tersebut meliputi Tari Pokambu, Tari Saman Aceh, musikalisasi puisi, hingga prosesi haru sujud syukur siswa kepada orang tua mereka yang telah memberikan bimbingan pendidikan.

