BALI, ALKHAIRAAT – Fakultas Perikanan (Faperik) Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu terlibat aktif dalam penguatan Kurikulum Nasional Perikanan pada ajang Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FKPTPK) Indonesia di Universitas Udayana, Bali, 18/05 hingga 22/05/2026.
Kehadiran UNISA Palu dalam forum ini bertujuan untuk menyelaraskan Kurikulum Nasional Perikanan guna mendukung transformasi pendidikan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat atau IKU Berdampak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam meningkatkan kualitas lulusan.
Dekan Faperik UNISA, Dr. Fachruddin, menyatakan bahwa pertemuan ini sangat strategis bagi pengembangan kualitas akademik di lingkungan kampus Alkhairaat. Forum ini dihadiri oleh para pimpinan fakultas perikanan dari berbagai daerah untuk menyepakati standar pendidikan tinggi maritim.
“Alhamdulillah, dari pertemuan ini dihasilkan kurikulum nasional yang akan berlaku bagi seluruh fakultas perikanan dan kelautan di Indonesia,” kata Fachruddin.
Selain membahas Kurikulum Nasional Perikanan, UNISA juga menjalin kerja sama resmi dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis 21/05. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan sumber daya manusia dan kolaborasi riset.
“Kerja sama ini mencakup pengembangan kualitas sumber daya manusia, baik akademik maupun profesional, pertukaran mahasiswa, kolaborasi dosen dalam kegiatan tri dharma perguruan tinggi, sharing resources, serta pemanfaatan fasilitas pendukung,” ujar Fachruddin.
Pertemuan tersebut juga mengkaji mekanisme sistem akreditasi Lam-PTKes serta strategi pembangunan ekonomi biru berkelanjutan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Fokus utamanya adalah memastikan Kurikulum Nasional Perikanan mampu menjawab tantangan industri di masa depan.
Pada sesi akhir forum, dilaksanakan musyawarah pergantian pimpinan organisasi. FKPTPK Indonesia secara resmi menunjuk Prof. Dr. Ir. Agus Trianto sebagai Ketua baru menggantikan Prof. Dr. Ir. Ferdinand Yulianda untuk periode mendatang.

