PALU, ALKHAIRAAT – Rektor Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, Dr. Muhammad Yasin, secara resmi membuka pembekalan KKN untuk mempersiapkan mahasiswa terjun ke tengah masyarakat pada Sabtu (19/09).
Kegiatan pengabdian ini akan berlangsung selama dua bulan di wilayah Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu.
Dalam seremoni pembukaan tersebut, Rektor secara simbolis menyematkan atribut peserta kepada dua orang mahasiswa sebagai tanda dimulainya rangkaian program.
Penyematan ini menjadi simbol bahwa mahasiswa siap mengimplementasikan ilmu pengetahuan serta belajar langsung dari dinamika kehidupan sosial bermasyarakat.
“Mahasiswa harus mampu menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di kampus memiliki manfaat bagi masyarakat. Karena itu, selama melaksanakan KKN, jagalah sikap, etika, dan nama baik Universitas Alkhairaat,” pesan Muhammad Yasin, Rektor UNISA Palu.
Pihak kampus menekankan agar peserta KKN tidak memposisikan diri sebagai pihak yang menggurui masyarakat di lokasi penempatan. Sebaliknya, mahasiswa dituntut untuk membangun kolaborasi aktif dan menghargai kearifan lokal yang berlaku di setiap wilayah pengabdian.
“Kalian datang bukan untuk menggurui masyarakat, tetapi untuk belajar bersama, mengidentifikasi persoalan dan bersama-sama mencari solusi. Jadikan KKN sebagai momentum untuk mengabdi,” kata Muhammad Yasin, Rektor UNISA Palu.
Selama masa pengabdian, mahasiswa KKN juga diharapkan mampu melahirkan program kerja yang menyentuh kebutuhan dasar warga, mulai dari sektor pendidikan hingga kesehatan. Fokus lainnya adalah penguatan nilai-nilai kealkhairatan dan pemberdayaan ekonomi lingkungan di wilayah Sulawesi Tengah.
“Yang paling penting adalah bagaimana kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Muhammad Yasin, Rektor Universitas Alkhairaat.
Melalui pembekalan ini, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai tata kehidupan sosial dan tanggung jawab sebagai representasi lembaga. Iwanlaki

