SIGI, ALKHAIRAAT – Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Unisa Palu melakukan observasi terkait buruknya infrastruktur Dusun Tompu di Kecamatan Sigi Biromaru pada 09/08/2026.
Kondisi akses transportasi darat menuju wilayah tersebut dilaporkan sangat memprihatinkan dengan jalan yang dipenuhi lubang serta kerusakan parah di berbagai titik.
Masalah infrastruktur Dusun Tompu ini menjadi kendala utama bagi mobilitas warga, terutama saat harus mengurus keperluan administrasi, kesehatan, maupun akses pendidikan ke wilayah kota.
Selain akses jalan, warga setempat juga menghadapi krisis air bersih yang memaksa mereka untuk mengantre dalam waktu yang sangat lama setiap harinya.
“Masyarakat yang ada di Dusun Tompu harus antre dulu sampai berjam-jam sehingga semuanya bisa mendapatkan air bersih tersebut,” kata Andika, Anggota Pengabdian Masyarakat BEM Unisa Palu.
Akses menuju mata air juga dinilai sangat berbahaya karena kondisi jalan yang sempit dan bersinggungan langsung dengan jurang yang curam.
Berdasarkan informasi lapangan, kesulitan mendapatkan air bersih ini sudah dialami masyarakat setempat selama hampir dua tahun tanpa adanya penanganan serius guna memperbaiki infrastruktur Dusun Tompu.
Mahasiswa mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sigi segera melakukan langkah nyata dalam penyediaan bak penampungan air dan perbaikan jalan desa.
“Kami berharap legislatif dan eksekutif segera mengeksekusi problem rakyat ini dan jangan sampai menutup mata melihat persoalan lingkungan hidup warga,” kata Andika.

