SIGI, ALKHAIRAAT – Ketua Utama Alkhairaat, HS. Alwi bin Saggaf Aljufri, mengajak seluruh keluarga besar abnaulkhairaat memperkuat kepedulian melalui wakaf dan perjuangan pendidikan dalam peringatan Haul ke-5 Saggaf Aljufri di Kompleks Madinatul Ilmi Dolo, Sabtu 08/08.
Sayyid Alwi menjelaskan bahwa menjadi bagian dari Alkhairaat tidak cukup hanya menyandang identitas sebagai abnaulkhairaat. Identitas tersebut harus diwujudkan melalui kontribusi nyata terhadap setiap gerak perjuangan organisasi dalam mendidik umat.
“Jangan sampai kita bangga menyebut diri kita sebagai abnaulkhairaat, tetapi membiarkan Alkhairaat berjalan sendiri,” kata HS. Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Utama Alkhairaat.
Beliau mengingatkan agar masyarakat tidak membiarkan lembaga ini datang mengetuk pintu untuk meminta bantuan kesejahteraan guru atau membangun sekolah. Dukungan terhadap perjuangan ini harus lahir dari inisiatif mandiri umat di Kabupaten Sigi dan daerah lainnya.
“Setiap rupiah yang kita wakafkan, setiap tenaga yang kita berikan, semuanya menjadi kekuatan perjuangan Alkhairaat dalam mencerdaskan bangsa dan melahirkan generasi beriman,” ujarnya dalam momen Haul ke-5 Saggaf Aljufri tersebut.
HS. Alwi menegaskan bahwa perjuangan Alkhairaat merupakan bagian integral dari upaya membangun Indonesia. Tanggung jawab memajukan bangsa menurutnya tidak hanya berada di tangan negara, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat melalui ilmu dan amal nyata.
Peringatan Haul ke-5 Saggaf Aljufri ini disebutnya sebagai majelis kesetiaan untuk menjaga dan mengamalkan ilmu para pendahulu. Beliau menekankan bahwa mengamalkan ilmu adalah bentuk kecintaan yang paling nyata kepada para guru dan ulama yang telah wafat.
“Kalau belum bisa membantu Alkhairaat, jangan sekali-kali menjadi penghalang. Jangan mengganggu perjuangan Alkhairaat untuk maju,” tegas HS. Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Utama Alkhairaat.
Beliau juga mengajak seluruh pengurus di berbagai tingkatan untuk proaktif menjaga aset organisasi. Hal ini penting untuk mengembangkan berbagai kegiatan produktif guna mendukung kebutuhan pendidikan dan kesejahteraan para guru yang menjadi ujung tombak perjuangan.
Majelis ini juga menjadi momentum untuk memperbarui janji kepada Allah untuk melanjutkan langkah para orang saleh. Doa dari murid yang mengamalkan ilmu merupakan amal jariyah yang terus mengalir bagi para pendahulu Alkhairaat.


