PALU, ALKHAIRAAT – Pengurus Besar (PB) Alkhairaat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan perayaan Maulid Nabi PB Alkhairaat di Aula Almuhsinin, Komplek Perguruan Alkhairaat Pusat, pada Selasa (06/10).
Acara ini dihadiri ribuan jamaah untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan penuh khidmat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, Gubernur Sulteng Anwar Hafid, serta unsur pimpinan PB Alkhairaat KH. Husen Habibu yang juga Panglima Garda Alkhairaat (GAI). Turut hadir pula Sekjen PB Alkhairaat Jamaludin Mariajang dan mantan Gubernur Sulteng HB Paliudju.
“Mereka yang memiliki keterkaitan dengan urusan umat adalah pewaris Rasulullah SAW, baik dia itu pimpinan agama, pimpinan daerah termasuk mereka yang berada dalam lingkungan keluarga,” kata Habib Alwi.
Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menempati urutan pertama tokoh paling berpengaruh karena memiliki kesuksesan ganda di bidang spiritual dan duniawi. Segala kebijakan hukum, politik, dan sosial yang diajarkan pada zamannya masih tetap relevan dan dijalankan oleh umat manusia hingga saat ini.
Menurut Habib Alwi, peringatan Maulid Nabi PB Alkhairaat bukan sekadar merayakan hari kelahiran, melainkan juga merayakan lahirnya nilai-nilai kemanusiaan. Kehadiran Rasulullah SAW telah mengubah tatanan jahiliah yang penuh penindasan menjadi tatanan yang menjunjung tinggi hak orang lain.
“Intinya memperingati maulid Nabi SAW, kita juga memperingati lahirnya nilai-nilai kemanusiaan, lahirnya iman, sirnanya kekufuran. cahaya sirnanya kegelapan, lahirnya tauhid sinarnya kemusyrikan,” kata Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Utama Alkhairaat.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam sambutannya menyatakan bahwa pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini harus dimaknai dengan serius. Hal ini berkaitan dengan berbagai ujian global seperti konflik antarnegara yang berpotensi memicu krisis pangan dan energi di seluruh dunia.
Kondisi alam juga menjadi perhatian khusus pemerintah daerah, terutama musim kemarau panjang yang sedang melanda. Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, fenomena musim panas ini diperkirakan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.
“Adanya majelis ini dengan banyak bersholawat Isnya Allah keberkahan akan datang di Sulawesi Tengah dengan menurunkan hujan,” kata Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah. Hady

