PALU, ALKHAIRAAT – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau umat Islam di wilayah ini untuk melaksanakan Sholat Istisqa di Sulawesi Tengah serta doa bersama menyikapi kemarau panjang dan perubahan iklim. Langkah ini merupakan respon atas kondisi cuaca ekstrem yang meningkatkan risiko kekeringan.
Imbauan tersebut tertuang secara resmi melalui Surat Nomor B/25/DP-P/XXIII/IX/2026 tertanggal 01/09/2026. Dokumen ini ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Provinsi Sulawesi Tengah, HS. Ali Muhammad Aljufri, bersama Sekretaris Umum, Sofyan Thaha Bachmid.
MUI Sulteng menjelaskan bahwa imbauan dikeluarkan sehubungan dengan perkembangan alam, kemarau, hingga potensi bencana kebakaran yang mengancam pemukiman serta lahan. Pelaksanaan Sholat Istisqa di Sulawesi Tengah ini juga diterbitkan sebagai tindak lanjut atas aspirasi dan permohonan yang disampaikan oleh masyarakat secara luas.
Surat imbauan ini ditujukan kepada seluruh pengurus MUI kabupaten dan kota, organisasi Islam, Dewan Masjid Indonesia (DMI), hingga takmir masjid di wilayah tersebut. Seluruh pihak diminta menyelenggarakan doa bersama agar daerah ini dijauhkan dari musibah serta berbagai kerusakan lingkungan akibat cuaca panas.
“Pelaksanaan Sholat Istisqa dan doa bersama tersebut dapat dilakukan pada hari Jumat atau hari lainnya di tempat masing-masing sesuai kondisi dan kesepakatan setempat,” tulis pernyataan resmi Majelis Ulama Indonesia tersebut.
Ibadah ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif umat untuk memohon pertolongan Tuhan di tengah cuaca panas yang menyengat. Masyarakat diharapkan tetap menjaga keselamatan lingkungan dan waspada terhadap sumber api selama proses pelaksanaan Sholat Istisqa di Sulawesi Tengah berlangsung.

