Foto Jamaluddin Mariadjang
Jamaluddin Mariadjang
Sekjen
Foto HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
Ketua Utama
Foto H.S. Mohsen Alaydrus
H.S. Mohsen Alaydrus
Ketua Umum

Sejarah Alkhairaat

Home » Sejarah Alkhairaat

Jejak Peradaban Pendidikan Islam Terbesar di Indonesia Timur

Menyemai Cahaya Ilmu di Ufuk Timur

Jauh sebelum infrastruktur pendidikan modern merata di kepulauan nusantara, sebuah fondasi peradaban telah diletakkan di lembah Palu. Kehadiran ALKHAIRAAT bukan sekadar institusi, melainkan denyut nadi kebangkitan intelektual dan spiritual bagi masyarakat di kawasan Timur Indonesia. Semangat pembebasan dari kebodohan ini selaras dengan janji ilahiah dalam Al-Qur’an surah Al-Mujadilah:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ

bahwa Allah niscaya meninggikan derajat mereka yang beriman dan berilmu. Janji inilah yang menjadi bahan bakar sebuah pergerakan sunyi yang kini telah menjelma menjadi raksasa pendidikan di nusantara.

Titik Nol Perjalanan: Dari Wani ke Kampung Baru

Cikal bakal pergerakan ini bermula ketika Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, yang kelak masyhur dengan sapaan Guru Tua, menginjakkan kaki di pesisir Wani pada tahun 1929. Memenuhi dahaga masyarakat setempat akan ilmu agama, beliau membangun Madrasah Al-Hidayah. Namun, takdir menuntun langkah dakwah beliau lebih jauh menuju pusat kota Palu.

Merespons kebutuhan pendidikan agama yang kian mendesak, sebuah langkah bersejarah diukir. Tepat pada tanggal 14 Muharram 1349 Hijriah, atau bertepatan dengan 11 Juni 1930, lembaga ini resmi didirikan. Madrasah pertama diresmikan di kediaman Haji Daeng Marocca, di kawasan Kampung Baru. Titik kecil ini menjadi embrio dari sebuah jaringan pendidikan yang terus menggurita, yang di kemudian hari diperkuat dengan wakaf lahan seluas lima hektar untuk Kompleks Alkhairaat sebagai pusat komando pengembangan lembaga.

Eskalasi Peradaban: Dari Surau hingga Universitas

Perjalanan institusi ini adalah catatan emas tentang ekspansi keilmuan yang tak kenal henti. Sebagaimana ditegaskan oleh catatan historis lembaga, pertumbuhan yayasan menunjukkan lonjakan yang eksponensial dalam rentang beberapa dekade:

  • Era Perintisan (1930-1956): Berawal dari satu madrasah di Palu, jaringan ini sukses mendirikan 25 cabang yang tersebar hingga ke pelosok pedalaman Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.
  • Era Ekspansi (1956-1969): Hingga menjelang akhir hayat sang pendiri pada tahun 1969, institusi ini telah melipatgandakan kekuatannya menjadi 420 cabang madrasah.
  • Era Modern (Hingga 2026): Estafet perjuangan terus berlanjut hingga mencatatkan angka fenomenal sebanyak 1.700 unit sekolah dan pesantren dari berbagai jenjang pendidikan di Timur Indonesia.

Tidak berhenti pada pendidikan dasar dan menengah, gagasan besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa diwujudkan melalui pendirian institusi perguruan tinggi bergengsi yang diberi nama Universitas Alkhairaat. Kampus ini menjadi wadah persemaian intelektual masa depan dengan menghadirkan delapan fakultas strategis, mulai dari Fakultas Agama Islam, Pertanian, Perikanan, Ekonomi, Sastra, Kejuruan Ilmu Pendidikan, hingga Fakultas Kedokteran.

Membangun Integrasi Kancah Global

Kualitas pendidikan yang dibangun selama puluhan tahun tidak hanya diakui di tingkat nasional. Lulusan dari lembaga ini berhasil menempati jenjang sarjana hingga doktoral di berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia, menyebar dari Mesir, Arab Saudi, Yaman, hingga institusi pendidikan di Jerman Barat dan Australia. Sebuah pencapaian diplomatik-akademik yang menjadi tonggak kebanggaan adalah terjalinnya kerja sama erat dengan institusi global, di mana ijazah lulusan Alkhairaat mendapatkan pengakuan kesetaraan resmi dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Menatap dekade-dekade mendatang, fondasi luhur yang diletakkan sejak era kolonial ini terbukti tidak lekang oleh zaman. Dengan ribuan madrasah yang terus beroperasi dan puluhan ribu kader yang tersebar di seluruh pelosok negeri, entitas ini akan terus berdiri kokoh sebagai benteng pertahanan akidah dengan semangat Ahlussunnah Wal Jamaah, sekaligus menjadi motor penggerak kemajuan umat Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman.