PALU, ALKHAIRAAT – Ketua Utama Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri secara resmi membuka PKDA Angkatan Pertama yang bertempat di Asrama Haji Transit Palu pada Selasa (03/11).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Majelis Organisasi Pengurus Besar (PB) Alkhairaat untuk memperkuat barisan pejuang organisasi.
Dalam arahannya, Habib Alwi menekankan perbedaan signifikan antara status murid dan kader di lingkungan Alkhairaat. Menurut beliau, murid cenderung fokus pada pencapaian akademik dan ijazah dengan masa hubungan yang terbatas setelah masa belajar selesai.
Sebaliknya, peserta PKDA Angkatan Pertama dipersiapkan untuk menjadi sosok yang ditempa guna mengabdi kepada umat sepanjang hayat. Kader tidak lagi bekerja demi kepentingan diri sendiri, melainkan menjadi perpanjangan tangan guru dalam menebar kebaikan.
“Hari ini kalian hadir bukan sebagai murid dan dengan izin Allah SWT saya kukuhkan kalian sebagai kader,” kata Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Utama PB Alkhairaat.
Beliau menambahkan bahwa kehadiran kader militan sangat dinanti oleh pendiri Alkhairaat, Habib Sayid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua. Selama 95 tahun berdiri, organisasi ini telah melahirkan jutaan murid namun tetap membutuhkan regenerasi kader melalui PKDA Angkatan Pertama.
“Saya menyampaikan pesan arahan ini sekaligus saya juga menitipkan amanah pada kalian yang hadir dalam PKDA ini,” kata Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Utama PB Alkhairaat.
Habib Alwi mengapresiasi pilihan para peserta untuk memilih jalan pengabdian dibandingkan kesibukan mencari popularitas di aplikasi media sosial. Dedikasi pikiran dan waktu para kader sangat dibutuhkan untuk kemajuan agama, bangsa, dan negara melalui jalur Alkhairaat.
Pelaksanaan PKDA Angkatan Pertama ini diikuti oleh sejumlah perwakilan Komisariat Daerah (Komda) se-Sulawesi Tengah. Selain itu, turut hadir perwakilan Badan Otonom (Banom) serta perwakilan siswa sekolah Alkhairaat dari wilayah Kota Palu. Hady

