Foto Jamaluddin Mariadjang
Jamaluddin Mariadjang
Sekjen
Foto HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
HS. Alwi bin Saggaf Aljufri
Ketua Utama
Foto H.S. Mohsen Alaydrus
H.S. Mohsen Alaydrus
Ketua Umum
Kabar Lain
Home » Berita » Rektor Unazlam Bahas Transformasi Agraria dan Kedaulatan Pangan di Faperta Unisa

Rektor Unazlam Bahas Transformasi Agraria dan Kedaulatan Pangan di Faperta Unisa

Transformasi Agraria

PALU, ALKHAIRAAT – Rektor Universitas Abdul Azis Lamadjido (UNAZLAM), Dr. Livawanti, menekankan pentingnya Transformasi Agraria dalam kuliah tamu di Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu pada Senin (28/10). Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa mengenai strategi penguatan kedaulatan pangan nasional melalui inovasi generasi muda.

Kuliah tamu tersebut dihadiri oleh mahasiswa program sarjana dan magister serta jajaran dosen senior Faperta UNISA. Sejumlah akademisi seperti Dr. Alimuddin Paada, Dr. Alwi Aljufri, dan Prof. Dr. Ir. Ratnawati turut hadir menyimak paparan mengenai arah Transformasi Agraria tersebut.

Livawanti menjelaskan bahwa Transformasi Agraria berkaitan erat dengan agenda swasembada pangan dalam program Asta Cita. Sinergi antara teknologi pintar dan strategi ekonomi menjadi langkah krusial untuk memperkuat posisi pangan Indonesia di masa depan.

“Generasi muda harus berani mengambil peran dalam transformasi pertanian. Penguasaan teknologi, inovasi, dan kemampuan membangun strategi ekonomi perlu diarahkan untuk memperkuat swasembada sekaligus kedaulatan pangan nasional,” kata Livawanti, Rektor Universitas Abdul Aziz Lamadjido.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada teori di dalam kelas. Inovasi nyata dari para intelektual muda sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan sektor pertanian yang semakin kompleks demi mewujudkan Transformasi Agraria yang berkelanjutan.

Strategi Publikasi Ilmiah: Dosen Unisa Berbagi Ilmu di STMIK Adhi Guna Palu

Dekan Fakultas Pertanian UNISA Palu, Dr. Arfan, mengingatkan mahasiswa agar menjadikan forum ini sebagai wadah berpikir kritis. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial akademik belaka melainkan memicu lahirnya ide kreatif bagi petani lokal.

“Jangan menjadikan kuliah tamu ini sekadar kegiatan seremonial akademik. Saya berharap mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk menuangkan ide, gagasan, dan pemikiran kritis tentang bagaimana pertanian ke depan dapat berkembang,” kata Arfan, Dekan Fakultas Pertanian UNISA Palu.

Arfan menaruh harapan besar agar mahasiswa mampu berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan ekonomi masyarakat tani melalui penguasaan teknologi. Iwanlaki